MENGAPA TN KUTAI PERLU DILESTARIKAN

Hutan hujan tropis dataran rendah memiliki ekosistem yang secara biologis mempunyai keragaman jenis yang tinggi. Di Kalimantan, hanya sedikit kawasan semacam ini yang dilindungi, dan salah satunya adalah TN Kutai. Di samping itu, TN Kutai mempunyai nilai strategis dan manfaat yang tidak tergantikan oleh tempat yang lain, sehingga keberadaannya harus dilestarikan. Sebagian dari manfaat dan fungsi TN Kutai adalah perlindungan sistem tata air, melindungi pantai dari ancaman abrasi dan gelombang pasang, sebagai bank bibit atau sumber benih, tempat rekreasi dan pendidikan, perlindungan terhadap kepunahan masal, serta penyedia udara bersih.

Tempat Rekreasi dan Pendidikan

TN Kutai menyediakan tempat untuk berekreasi dan sarana pembelajaran bagi masyarakat Kalimantan Timur. Trekking, mengamati berbagai jenis burung dan satwa langka di habitat aslinya, mengamati berbagai jenis tumbuhan khas Kalimantan, seperti ulin dan dipterokarpa, penjelajahan goa, berkemah, berperahu di arus deras adalah rekerasi yang dapat dilakukan di TN Kutai. Di samping itu, TN Kutai juga menjadi ajang pembelajaran dan penelitian bagi para pelajar dan peneliti untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Perlindungan Sistem Tata Air

Kawasan TN Kutai merupakan daerah resapan air (catchment area) yang sangat penting. Setidaknya ada 25 sungai yang berhulu di dalam kawasan TN Kutai. Keberadaan hutan di TN Kutai telah menstabilkan sistem aliran air sungai yang memasok kebutuhan air yang penting bagi masyarakat dan perusahaan-perusahaan di sekitar TN Kutai. Air sungai Sengata, misalnya, dimanfaatkan oleh masyarakat dan PDAM Sengata , serta PT KPC untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Bisa dibayangkan jika hulu sungai tersebut rusak, maka malapetaka lah yang akan terjadi pada hilir sungai dimana banyak masyarakat tergantung pada sungai tersebut.

Perlindungan pantai dari abrasi

Kawasan TN Kutai juga mencakup hutan bakau yang masih alami seluas 5.500 hektar yang melindungi pantai dari ancaman abrasi dan gelombang pasang air laut. Di samping itu, keberadaan hutan mangrove juga merupakan sumber utama persediaan makanan bagi berbagai jenis biota laut seperti ikan, udang dan kepiting.