Hutan hujan tropis dataran rendah memiliki ekosistem yang secara biologis mempunyai keragaman jenis yang tinggi. Di Kalimantan, hanya sedikit kawasan semacam ini yang dilindungi, dan salah satunya adalah TN Kutai. Di samping itu, TN Kutai mempunyai nilai strategis dan manfaat yang tidak tergantikan oleh tempat yang lain, sehingga keberadaannya harus dilestarikan. Sebagian dari manfaat dan fungsi TN Kutai adalah perlindungan sistem tata air, melindungi pantai dari ancaman abrasi dan gelombang pasang, sebagai bank bibit atau sumber benih, tempat rekreasi dan pendidikan, perlindungan terhadap kepunahan masal, serta penyedia udara bersih.
Arsip Kategori: Mengapa dilestarikan
Tempat Rekreasi dan Pendidikan
TN Kutai menyediakan tempat untuk berekreasi dan sarana pembelajaran bagi masyarakat Kalimantan Timur. Trekking, mengamati berbagai jenis burung dan satwa langka di habitat aslinya, mengamati berbagai jenis tumbuhan khas Kalimantan, seperti ulin dan dipterokarpa, penjelajahan goa, berkemah, berperahu di arus deras adalah rekerasi yang dapat dilakukan di TN Kutai. Di samping itu, TN Kutai juga menjadi ajang pembelajaran dan penelitian bagi para pelajar dan peneliti untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Perlindungan Terhadap Kepunahan
TN Kutai memiliki kawasan hutan dipterokarpa dataran rendah yang dilindungi. TN Kutai juga merupakan tempat tinggal bagi ribuan jenis tumbuhan dan hewan, termasuk 12 mamalia dan 17 burung langka yang terancam punah.
Perlindungan Sistem Tata Air
Kawasan TN Kutai merupakan daerah resapan air (catchment area) yang sangat penting. Setidaknya ada 25 sungai yang berhulu di dalam kawasan TN Kutai. Keberadaan hutan di TN Kutai telah menstabilkan sistem aliran air sungai yang memasok kebutuhan air yang penting bagi masyarakat dan perusahaan-perusahaan di sekitar TN Kutai. Air sungai Sengata, misalnya, dimanfaatkan oleh masyarakat dan PDAM Sengata , serta PT KPC untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Bisa dibayangkan jika hulu sungai tersebut rusak, maka malapetaka lah yang akan terjadi pada hilir sungai dimana banyak masyarakat tergantung pada sungai tersebut.
Sebagai bank benih dan sumber bibit
Dunia tumbuhan di TN Kutai menyediakan sumber genetik atau ‘bank bibit’ untuk masa depan. Lebih dari 900 jenis tumbuhan telah teridentifikasi, dan masih banyak lagi yang belum diketahui dan diteliti manfaatnya, seperti nilai kandungan obat dan pertanian yang bermanfaat bagi manusia
Perlindungan pantai dari abrasi
Kawasan TN Kutai juga mencakup hutan bakau yang masih alami seluas 5.500 hektar yang melindungi pantai dari ancaman abrasi dan gelombang pasang air laut. Di samping itu, keberadaan hutan mangrove juga merupakan sumber utama persediaan makanan bagi berbagai jenis biota laut seperti ikan, udang dan kepiting.
Penyedia udara bersih
Keberadaan hutan di TN Kutai memungkinan penyerapan gas-gas polutan yang dikeluarkan oleh perusahaan yang berada di sekitar TN Kutai, sekaligus menyediakan udara bersih yang sangat dibutuhkan bagi kesehatan manusia