Bekantan (Nasalis larvatus)

Bekantan merupakan jenis primata dari famili Cercopithecidae. Bekantan jantan memiliki ciri khas berupa hidung yang panjang, sehingga satwa ini sering juga disebut kera belanda. Satwa yang termasuk dalam kategori Convention on International Trade in Endangered Species (CITES)-Appendix I ini hidup secara berkelompok antara 10 – 15 ekor. Kelompok ini dipimpin oleh seekor pejantan yang ditandai dengan hidungnya yang paling besar. Pejantan ini akan selalu menjaga anggota kelompoknya. Ketika bahaya datang, pemimpin kelompok ini akan berteriak nyaring dan dalam sekejap seluruh anggota kelompoknya akan lari meninggalkan lokasi dan naik ke pohon yang tinggi.

Bekantan hidup di hutan mangrove atau di sepanjang sungai. Makanan bekantan adalah pucuk-pucuk daun, terutama daun Rhizophora sp dan Sonneratia sp. Selain itu, mereka juga memakan kumbang dan ulat. Di TN Kutai, satwa ini dapat ditemui di Teluk Kaba, Sungai Sangkima dan Teluk Lombok. Namun karena adanya aktivitas manusia di sekitar hutan mangrove, satwa ini semakin sulit untuk dijumpai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s