pasakbumi edisi 3

 

coverFilososfi dasar konservasi alam adalah bagaimana manusia dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan terhindar dari kepunahan dari muka bumi. Manusia adalah bagian integral dari kehidupan dimuka bumi yang tergantung oleh keseimbangan sistem alam. Sebagai makhluk yang diberi keistimewaan kemampuan berpikir dan menganalisis, manusia pada gilirannya telah mampu menjadi bagian dari alam yang dominan dan mendominas sistem alam. Keistimewaannya itu pulalah yang menjadikan manusia menjadi bagian dari sistem alam dengan  kemampuan  menjaga sekaligus merusak.

Dimulai dari revolusi industri pada akhir abad 18 , dominasi manusia atas  alam demikian dominan ditandai dengan modernisasi fisik yang ditopang dengan ekstraksi sumberdaya alam dalam volume yang mengancam eksistensi manusia. Kerusakan yang massif oleh akibat eksploitasi sumberdaya alam yang tidak terkendali serta ekspansi mesin-mesin dari negara maju ke negara berkembang yang didukung oleh kekuatan kapital global pada akhirnya menyisakan bumi bopeng yang kehilangan daya dukung bagi kehidupan manusia. Mesin-mesin yang digerakkan dengan bahan bakar fosil dalam skala yang besar telah menyebabkan bumi menjadi semakin panas  sehingga bumi menjadi sebuah tempat yang rentan bagi manusia.

Konservasi alam lahir bersamaan dengan romatisisme yang melanda Eropa bersamaan pula dengan berkembang pesatnya  revolusi industri. Konservasi yang ide awalnya adalah adanya kerinduan terhadap tempat yang indah, telah bergulir dan sampai kepada ide-ide yang substantif tentang keberlangsungan kehidupan di muka bumi. Conservation for better future mengingatkan kembali pentingnya kawasan konservasi bagi kehidupan yang lebih baik.  Perdagangan karbon, mengisi tajuk utama edisi ini, serta bagaimana Raden Saleh ’Sang Pelukis Raja’ membawa pesan-pesan konservasi dalam kanvasnya, merupakan rangkaian kilas balik terhadap menyebarnya ide-ide konservasi ke penjuru dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s