Longicorn beetles

SALAH SATU KEANEKARAGAMAN HAYATI yang ada di Taman Nasional Kutai adalah terdapatnya berbagai jenis kumbang . Dari beberapa jenis kumbang , salah satu diantaranya adalah jenis kumbang berantena panjang  (Longicorn beetles ). Penelitian yang dilakukan di area wisata alam sangkima ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, dominasi, kelimpahan, penyebaran, kemerataan, keanekaragaman dan endemisme jenis-jenis kumbang berantena panjang ( Longicorn beetles ) di areal wisata alam Sangkima Taman Nasional Kutai. Waktu yang diperlukan dalam penelitian ini adalah selama 3 bulan efektif termasuk orientasi lapangan, pemasangan perangkap dan pengambilan data primer ( 2 bulan efektif), sedangkan pengawetan, pengidentifikasian, pemasangan label, koleksi hingga penyusunan laporan dilakukan selama satu bulan.
Metode Perangkap dipasang pada lokasi yang berbeda topografinya pada jarak 300 meter per perangkap. Untuk pengambilan data digunakan 2 metode yaitu perangkap selambu ( Malaise Trap ) dan perangkap umpan dari daun nangka ( Artocarpus Trap ). Pengambilan specimen dilakukan seminggu sekali pada malaise  trap diiringi dengan penggantian cairan profolin gulocal, sedangkan pada perangkap umpan pengambilan data dilakukan 2 kali dalam seminggu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Indeks Dominasi Jenis (Di ), Indeks Nilai Penting ( INP ) Indeks keanekaragaman Jenis ( H’) , Kemerataan Jenis ( e ), Indek  Kekayaan Jenis ( Da ), dan Indeks Kesamaan Jenis ( ISs )
KesimpulanHasil dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut :

1. Dari komposisi dan kelimpahan jenis diketahui bahwa dari hasil pengamatan selama 2 bulan  terdapat 32 jenis kumbang dari 1 sub famili yaitu Laminae, 10 Tribe dan 23 genus dengan kelimpahan sebanyak 427 Individu

.2. Dominasi jenis diketahui 7 Jenis, yang dominan yaitu Pterolophia annulitarsis Pascoe ( 120 Individu, Di : 27,907 % ), Acalolepta rusticatrix Fabricius ( 57 Individu , Di:13,256 % ), Nyctimenius ochraceovittata ( 46 Individu,Di: 10,696), Epepoetes Luscus Febricius ( 44 Individu, Di : 10,233 % ) Ropica angusticollis Breuning ( 42 Individu, Di:  9,767 % ) , Pterolophia crassipes Wiedeman ( 30 Individu, Di: 6,977 ) dan Sybra  pula Breuning ( 26 Individu , D1 6,047 % )

3. Penyebaran jenis disetiap lokasi pengamatan diketahui bahwa dilokasi pertama 17 jenis dengan kelimpahan 61 individu, dilokasi kedua 25 jenis dengan kelimpahan  individu sebanyak 212, Individu dilokasi ketiga 10 jenis dengan kelimpahan 86 individu, dan pada lokasi keempat 11 jenis dengan kelimpahan 68 individu.

4. Kesamaan jenis kumbang antara lokasi pertama dengan lokasi kedua 57,2 % , lokasi pertama dengan lokasi ketiga 66,7 %, lokasi pertama dengan lokasi ke empat 50 % pada lokasi kedua dengan lokasi ketiga 45,8 % dan lokasi  kedua dengan lokasi keempat 44,5 % dan lokasi ketiga dengan lokasi keempat 57,2 %.

5. Secara umum keanekaragaman jenis kumbang berantena panjang di lokasi penelitian masih cukup baik, dari 4 lokasi pengamatan. Indeks kekayaan jenis ( Da ), Indeks Keragaman Jenis ( H), Indeks kemerataan Jenis ( e ) dan Indeks Kesamaan Jenis ( ISs ) memiliki perbedaan nilai yang relatif kecil sehingga dapat dikatakan keragamannya relatif sama.6. Dari jenis-jenis yang berhasil diidentifikasi dalam penelitian banyak jenis-jenis kumbang berantena panjang yang menjadi indikator hutan yang terganggu oleh aktifitas manusia. Jenis-jenis kumbang tersebut adalah Pterolophia annulitarsis Pascoe, Acalolepta rusticatrik Fabricius, Nyctimenius ochraceovittata Aurivillius, Epopoetes luscus Fabricius dan Ropica angusticollis  ( Pascoe ).

(Trisno Budoyo, STIPER SANGATA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s