taliban ala Menhut

BERKELAKAR  barangkali adalah cara  yang cukup efektif dalam meredakan berbagai ketegangan ataupun memecah kekakuan dalam berkomunikasi. Dengan berkelakar juga barangkali ‘sentilan-sentilan’ ringan dapat lebih mengena tanpa menciptakan ketegangan-ketegangan baru dengan kawan bicara. Karena yang pasti, senyum dan gelak tawa akan lebih mencairkan dan menghangatkan suasana. Suasana  itulah yang kental terasa dalam kunjungan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan ke Taman Nasional Kutai ( TN Kutai)  tanggal 23 Juni 2010.

Kunjungan tersebut merupakan satu rangkaian dengan kunjungan lain di Kalimantan Timur ( Kaltim)  dalam rangka melihat  kembali persoalan-persoalan kehutanan di Kaltim. Bersama Menteri Kehutanan turut pula Menteri Lingkungan Hidup Prof. Gusti Muhammad Hatta, Anggota Satgas Anti Mafia Hukum, Mas Ahmad Santosa, Kepala PPATK Yunus Husein dan  Dirjen PHKA, Darori. Kunjungan ke TN Kutai selain melakukan fly over ke wilayah TN  Kutai dan sekitarnya juga di fokuskan pada lokasi pembangunan Terminal Sangata yang dihentikan karena persoalan legalitas.
Dalam kunjungan ke TN Kutai selain di sambut oleh Kepala Balai TN Kutai, Ir. Tandya Tjahjana , juga disambut oleh Bupati Kutai Timur H. Isran Noor. Bupati Kutai Timur menyampaikan persoalan-persoalan sosial ekonomi dan pembangunan di Kab. Kutai Timur termasuk adanya pemukiman di dalam kawasan TN Kutai, serta populasi satwa seperti orangutan dan bekantan di TN  Kutai yang terus menurun.
Pak Zul, cukup prihatin dengan kondisi provinsi Kaltim yang semakin hari semakin merosot kualitas lingkungannya, yang ditandai dengan banyaknya bencana dimana-mana. Banyak tambang-tambang liar yang beroperasi sehingga kualitas lingkungan menjadi turun.   Menteri  Kehutanan menyampaikan bahwa di Kaltim ini  sekarang  banyak taliban yang pindah ke Samarinda dan  Bukit Suharto. Sontak para pendengar mengernyitkan dahi.  “Ya, taliban itu maksudnya’ tambang liar dari Banjar!’ sambil melirik Menteri Lingkungan Hidup Prof Gusti Muhammad Hatta yang asli  orang Banjar. Tak mau kalah Menteri Lingkungan Hidup pun menyahut ‘ ada juga talila pak!’. “Tambang liar dari Lampung!” yang disambut gelak tawa para hadirin disekitarnya
Dalam keterangannya kepada pers,  Menteri Kehutanan menyampaikan bahwa setiap masalah dapat dipecahkan dengan mengikuti peraturan dan prosedur yang ada. Saat ini Provinsi Kaltim sedang mengajukan revisi RTRW Propinsi Kaltim dan saat ini masih dalam proses pengkajian oleh Tim Terpadu. Namun Menteri Kehutanan menegaskan  bahwa proses revisi dan review tata ruang bukan merupakan proses perubahan dan pemutihan, jika ada pelanggaran akan diproses secara hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.#teampsbm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s